Link my Banner

all about us

Slemania titik hitam sudh berdiri sekitar 3 tahun yang lalu di kota Wates. Slemania titik hitam sendiri adalah salah satu dari puluhan atau ratusan laskar yang berada di bawah bendera Slemania.

Sampai sekarang jumlah anggota aktif Slemania Titik Hitam berkisar 50an orang yang kebanykan berdomisili di wilayah Wates dan sekitarnya.

Slemania titik hitam berbase camp di Wates,Yogyakarta.

Jarak dan waktu bukan merupakan halangan bagi kami untuk selalu mensupport PSS.

Di usia yang menginjak tahun ketiga ini kami berharap kami dapat selalu memberikan yang terbaik bgi PSS. Cemoohan dan ejekan sudah sering kami dapatkan tapi kami tak pernah gentar menghadapi itu semua. Anjing menggongong khafilah berlalu.



From Wates with Love

From Wates to PSS

Persebaya Jungkalkan PSS 2-1

Berterima kasihlah pada Persigo Gorontalo yang menjungkalkan Persema Malang dengan skor 3-1 di Gorontalo. Dengan hasil ini, Persebaya Surabaya akhirnya mendongkel Persema dari puncak setelah meredam PSS Sleman dengan dengan skor 2-1 (1-1) di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya, Rabu (28/4).

Soepangat, announcer di Persebaya, mengumumkan hasil laga Persema-Persigo yang berlangsung di Gorontalo ketika laga di Tambaksari memasuki babak kedua. Kedua tim sama-sama mengemas 52 poin, namun "Bajul Ijo" unggul selisih gol.

Kubu PSS Sleman unggul lebih dulu lewat gol mantan pemain Persebaya, Slamet Nurcahyo pada menit ke-29. Bajul Ijo menyamakan kedudukan lewat gol Andik Vermansyah (foto) pada menit ke-41. Sedangkan Taufiq kembali menjadi penyelamat lewat golnya pada menit ke-52.

Tanpa kehadiran bek Anderson da Silva yang didera cedera, benteng pertahanan Persebaya mudah dijebol. Di babak perdana, Nugroho Mardiyanto kurang giat menangkal tusukan dari sisi kiri yang digalang Slamet Nurcahyo dan Singangjono.

Petaka akhirnya terjadi ketika sundulan Sinangjono yang berada di kotak penalti disambut Slamet Nurcahyo yang menunggu di bibir gawang tanpa kawalan. Nugroho hanya terpekur menyaksikan si kulit bundar merobek gawang yang dijaga Endra Prasetya.

"Kebugaran memang jadi kendala, pemain kalau sudah terlalu capek, mau menggerakkan kaki saja susah, apalagi berpikir," ujar Asisten Pelatih Persebaya Ibnu Grahan seusai laga.

Hampir sepanjang babak pertama, Persebaya tidak berhenti melancarkan serangan. Hanya saja serangan yang dibangun monoton dan mudah terbaca lawan. Andri Gepeng Budianto yang dipercaya menjadi starter justru gagal menghidupkan irama pertandingan.

Kecekatan Andik akhirnya berbuah juga sebelum babak pertama usai. Andik yang menggiring bola dari lapangan tengah sempat beradu satu lawan satu dengan gelandang PSS Anang Hadi. Dengan kecepatan kakinya, Andik mengelabui Anang dan langsung melesakkan bola ke gawang.

Di babak kedua, Taufiq yang juga mencetak gol ketika Persebaya menjamu PSIR Rembang kembali mempersembahkan gol keduanya pada musim kompetisi ini. Namun, permainan Persebaya tidak juga berkembang.

Duet Jairon dan Andi Odang pun terlalu kelelahan dan minim koordinasi. Sementara serangan sayap lebih banyak digencarkan Anang Maruf, sontak sayap kiri kurang berfungsi.

Buruknya kinerja di lini depan membuat pelatih Arcan Iurie mengganti Jairon dengan Purwanto pada menit ke-57. Sedangkan Andi Odang diganti dengan Lucky Wahyu pada menit ke-67.

Pola 3-6-1 tidak juga ampuh. Lucky tidak berfungsi sama sekali. Penetrasi ke kubu lawan pun mulai berkurang dan pemain semakin kedodoran. "Jadwal kami sangat padat, ini pertandingan ke lima sepanjang April. Kami masih melawan Persis Solo akhir minggu," ujar Ibnu.

PSS Sleman yang mengandalkan pemain lokal mampu mengimbangi Persebaya. Serangan balik yang cepat menjadi modal "Elang Jawa" yang diperkuat striker-striker yang unggul kecepatan lari.

Laga ini juga berhenti tiga menit lebih awal. Wasit Suharto (Jakarta Selatan) meniup peluit ketika pertandingan memasuki menit ke-87. "Tidak apa-apa, kepemimpinan wasit cukup bagus kok. Persebaya memang lebih solid," ujar asisten pelatih PSS Sleman Lafrand Pribadi. [sin/kompas]

slemania.or.id

Read more...

Misi Berat Di Surabaya

PSS Sleman bakal menjalani laga cukup berat. Kembali melakoni laga away pasukan Maman Durrahman ini akan bertandang ke markas Persebaya Surabaya Selasa (28/4). Beban berat ada di pundak Agus Purwoko dkk. Bukan hanya akan menghadapi tim bermaterikan pemain berkualitas, para punggawa Sleman juga dituntut untuk bisa meraih poin pada pertandingan ini.
Hasil positif memang menjadi target manajemen PSS. Raihan poin ini dalam rangka semakin mengamankan PSS dari ancaman degradasi. ”Adanya kebijakan pemberian walk out (WO) membuat kami harus mengamankan setiap laga,” ujar Manajer Tim PSS Bambang Nurjoko kemarin.
Selain untuk mengamankan posisi, hasil positif ini dalam rangka mengembalikan kepercayaan para punggawa Sleman yang baru saja mengalami dua kali kekalahan beruntun. Dua kekalahan PSS didapatkan saat bertandang ke markas PSIM dan Persiba Bantul. ”Target kami jangan sampai kalah. Minimal dapat poin,” tegasnya.
Diakui, dua hasil buruk telah membuat mental anak-anak Sleman menurun. Untuk memulihkan mental dan psikologi, program recovery harus dilakukan tim pelatih. ”Tapi, syukurlah kondisi anak-anak sudah kembali pada performa terbaiknya,” katanya.
Mewujudkan raihan poin memang bukan pekerjaan yang gampang. Apalagi, lawan yang dihadapi Persebaya tim yang bertabur bintang. Apalagi, pada lawatan ini PSS hanya akan membawa 16 orang pemain. ”Meski dengan skuad minimal kami optimistis akan tetap bisa meraih poin,” lontarnya.
Bertandang ke markas Persebaya, Maman Durrahman hanya akan membawa 16 pemain dan dua oficial. Mimimnya jumlah pemain yang dibawa tidak terlepas dari kebijakan manajemen yang membatasi kouta pemain. ”Untuk mengurangi biaya jumlah pemain memang dibatasi,” kata Maman.
Tak hanya itu, dalam rangka mengurangi biaya, pemain juga hanya diberikan kesempatan menginap satu hari. Fasilitas uji lapangan yang disediakan panitia pelaksana juga tidak akan digunakan. ”Beban pengeluaran memang sedang kami tekan. Karena saat ini kondisi klub sedang tidak dana,” tuturnya.
Sedang nama-nama pemain pemain yang akan dibawa pada tur Surabaya, Maman belum bisa menyebutkan. Penentuan pemain baru akan dilakukan sore ini pada sesi latihan terakhir. ”Baru besok sore ditentukan. Kami serahkan semuanya pada kewenangan pelatih,” tandasnya.

radar jogja

Read more...

Siapkan Strategi Deffend

Menyadari lawan yang bakal dihadapi cukup berat, pelatih PSS Maman Durrahman mulai mengubah strategi. Menghadapi laga away di kandang Persebaya Surabaya Selasa (28/4), penerus estafet Yudi Suryata ini menyiapkan strategi defensif.
Strategi ini siap diterapkan Maman dalam rangka upaya mencuri poin di kandang Green Force,, julukan Persebaya. ”Bukannya tidak aktif tapi saya kira lebih aman jika dengan strategi bertahan,” ujar Maman kemarin.
Strategi bertahan ini tidak terlepas dari perbedaan materi pemain antara PSS dengan tuan rumah. Tim yang juga berkostum hijau ini dihuni pemain berpengalaman. Seperti Mat Halil dan Anang Ma’ruf. Persebaya juga memiliki pemain asing yang mempunyai skill baik.
Bukan hanya itu, saat ini, Persebaya juga diarsiteki pelatih yang cukup berpengalaman, Arcan Iurie untuk menangani Anang Ma’ ruf dkk. Terbukti, dengan dipegang Arcan permainan Persebaya menjadi lebih ofensif. ”Karena secara kualitas mereka lebih unggul, saya kira lebih aman dengan bermain bertahan,” urainya.
Untuk mengoptimalkan lini pertahanan, formasi 3-5-2 kembali dimatangkan. Bahkan, untuk lebih memperkuat lini tengah, Maman rencanananya hanya akan menempatkan seorang striker di depan. ”Mereka punya lini tengah yang bagus. Jadi, kami harus bisa mengimbanginya,” urainya.
Meski fokus pada pertahanan, skema serangan tetap disiapkan Maman. Ia mengaku berupaya mencuri poin dengan mengandalkan strategi serangan balik. ”Meski bertahan kalau ada kesempatan, strategi serangan balik tetap saya siapkan. Apalagi sekarang Eka Santika sudah sembuh dari cedera. Semoga kondisinya semakin membaik,” terang Maman.
Sedang untuk mengoptimalkan lini depan, Maman juga telah menyiapkan second line untuk mencuri poin. Beberapa pemain dengan speed tinggi disiapkan agar bisa memanfaatkan peluang yang ada. ”Hanya, semuanya tergantung situasi di lapangan nanti,” tandasnya.

radar jogja

Read more...

Asa Eka

Photobucket

Badai krisis pemain yang menerpa PSS mulai mereda. Kondisi tim pujaan Slemania ini kembali solid menyusul pulihnya sejumlah pemain yang sempat terkapar akibat dihantam cedera.
Striker andalan Eka Santika yang mengalami cedera lutut sudah mampu bermain kembali. Pemain pinjaman dari PS Pro Duta Bandung ini sudah mulai bermain.
Pada pertandingan uji coba melawan PS Browijoyo di Stadion Maguwoharjo kemarin, pemain yang telah menyumbangkan empat gol bagi PSS ini sudah bergabung dalam tim. Bahkan, dia berhasil mencetak tiga gol dari 12 gol yang tercipta pada laga yang berakhir untuk kemenangan PSS 12-0 (5-0).
Basri Lohi dan Sinangjono juga mendulang hat-trick. Sedang Anwarudin, Slamet Nurcahyo, Anang Hadi, Busari, Katno, dan Kukuh masing-masing menyumbangkan satu gol.
”Kondisi tim kembali full. Eka sudah pulih kembali,” ujar pelatih PSS Maman Durahman di sela pertandingan.
Eka memang tidak tampil selama maksimal 90 menit. Pemain yang biasa mengenakan nomor punggung 77 ini hanya turun pada babak kedua.
Tampilnya kembali Eka membuat asa PSS untuk segera menemukan permainan ternakin kian tinggi. ”Biar dia adapatasi dulu dengan cederanya,” tutur Maman.
Pada pertandingan ini, rencana Maman melakukan rotasi belum begitu terlihat. Sejak babak pertama, mantan arsitek PSIM ini tetap menurunkan formasi inti. Di tengah, trio gelandang Slamet Nurcahyo, Anang Hadi, dan Kukuh Ardiyanto dipertahankan. Sinangjono dan Busari diduetkan di lini depan.
Lini belakang dipercayakan kepada trio Anwarudin, Abda Ali, dan Fahrudin. Mereka didukung dua bek sayap masing-masing Agus Purwoko dan Agus Pujiono.
”Awalnya memang mau ada rotasi. Tapi, setelah dipertimbangkan peluang meraih poin di Persebaya ada. Jadi, pemain inti yang tetap saya pertahankan,” urainya.
Usai menghadapi Persebaya pada Selasa (28/4), PSS juga akan tandang ke Perseman Manokwari. Dibandingkan melawan Perseman, peluang meraih poin dinilai lebih besar saat menyambangi kandang Persebaya.
Meski kualitas pemain Persebaya lebih baik dibanding Perseman, faktor nonteknis dianggap nyaris tidak ada saat tanding di Surabaya. ”Kalau di Manokwari, saya nggak bisa menjamin. Makanya, kami fokus pada pertandingan ini untuk bisa mencuri poin,” urainya.
Mulai pulihnya kebugaran beberapa pilar inti tersebut semakin memompa kepercayaan diri Maman. Dia mengaku optimistis bisa meraih poin saat melawan Persebaya. ”Kondisi tim sekarang full team. Jadi, kesempatan meraih poin juga lebih banyak,” tandasnya.

radar jogja

Read more...
BERITA TERBARU

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP